Selasa, 07 Mei 2013

Golden Surfer 10

      Golden Software Surfer adalah full-fungsi visualisasi contouring, 3D dan permukaan paket pemodelan yang berjalan di bawah Microsoft Windows. Surfer digunakan secara luas untuk pemodelan medan, visualisasi landscape, analisis permukaan, pemetaan kontur, pemetaan permukaan 3D, gridding, volumetrics, dan banyak lagi.



      Mesin canggih interpolasi surfer mengubah data XYZ Anda ke publikasi-peta berkualitas. Surfer menyediakan metode yang lebih gridding dan kontrol lebih besar atas parameter gridding, termasuk Variogram disesuaikan, daripada paket perangkat lunak lain di pasaran. Anda juga dapat menggunakan file jaringan yang diperoleh dari sumber lain, seperti file USGS DEM atau file jaringan ESRI. Tampilan grid Anda sebagai peta kontur yang beredar, peta 3D, wireframe 3D, vektor, gambar, relief berbayang, dan peta pos. Menambahkan peta dasar dan mungkin menggabungkan jenis peta untuk menciptakan tampilan yang paling informatif. Hampir semua aspek dari peta Anda dapat disesuaikan untuk menghasilkan persis presentasi yang Anda inginkan. Menghasilkan peta publikasi berkualitas belum pernah lebih cepat atau lebih mudah.

Fitur
- Contour Maps
- Permukaan 3D Maps
- Gambar Maps
- Peta Bantuan Berbayang
- Pos Maps
- 3D Wireframe Maps
- Peta Vektor
- Basis Maps
- Peta Layers
- Penumpukan Maps
- Peta Proyeksi
- Sesuaikan Peta Anda
- Gridding Unggul
- Variogram
- Kesalahan dan Breaklines
- Grid Fungsi
- Menggunakan USGS dan SRTM data
- Lembar Kerja
- Obyek Manager dan Manajer Properti
- Active X Otomasi
- Fitur Tambahan

Golden.Software.Surfer ® 10 v10.2.601 32 & 64.bits (10.2.601 (Retail)) 
- Rilis April 6, 2011 
- OS: Windows XP SP2 atau lebih tinggi, Vista, atau 7 atau lebih tinggi 
- 100MB ruang hard disk bebas 
- 512MB RAM minimum, 1GB RAM atau lebih tinggi direkomendasikan 
- 1024x768x16-bit warna minimum resolusi monitor 
Download  Disini

Pengukuran Detail Poligon

Untuk pembuatan peta situasi, detail yang diambil meliputi detail planimetris dan detail-detail ketinggian. Detail planimetris menyangkut posisi horisontal dari bangunan-bangunan rumah, jalan, jembatan, saluran air, lapangan serta batas-batas areal dan sebagainya. Sementara detail-detail ketinggian diperlukan untuk penggambaran keadaan topografi lapangan yang nantinya akan digambarkan dalam bentuk garis-garis kontur.
Yang dimaksud titik detail adalah semua benda atau titik-titik benda yang merupakan kelengkapan dari sebagian permukaan bumi. Benda tersebut meliputi benda-benda buatan manusia seperti gedung-gedung, jalan raya, saluran drainasi, dengan segala perlengkapannya dan benda-benda alam seperti gunung, bukit, sungai, jurang, danau, dll.
Pada pengukuran detail dikenal dua metode pengukuran yaitu :
1. Metode Ekstrapolasi
Pada cara ini penentuan titik-titik detail dimulai satu titik dasar. Di kenal dua cara dalam menentukan letak titik detail terhadap garis ukur yaitu sistem koordinat ortogonal dengan azimuth dan Sistem koordinat kutub dengan arah
2. Metode interpolasi.
Pada garis ukur dibentangkan garis ukur, pangkal garis dari perpanjangan-perpanjangan diukur dengan rol meter. Metode ini sering disebut juga dengan cara hubungan garis ukur.
Dalam praktek, metode ekstrapolasi dengan sistem koordinat ortogonal dan metode interpolasi dapat dipakai bersama-sama tergantung pada keadaan lapangan dan situasi yaitu pengukuran jarak yang dilakukan dengan pegas ukur, sedangkan alat-alat lain seperti prisma, jalon digunakan untuk membuat sudut siku-siku atau memancang garis lurus.
Pada metode ekstrapolasi dengan sistem koordinat kutub dipakai pada pesawat theodolit. Cara ini kemudian terkenal dengan cara Tachimetry, yaitu cara pengukuran detail yang dapat mencakup daerah yang lurus dan dengan pekerjaan yang tepat. Prinsipnya adalah dengan mengukur arah azimuth atau sudut dari titik detail  terhadap sisi poligon, jarak serta beda tingginya. Pengambilan cukup dilakukan dari titik-titik poligon utama. Pengambilan detail harus mewakili keadaan medan dengan mengingat prinsip interpolasi linier. Dengan prinsip tersebut, maka antara dua titik detail yang berdekatan dianggap perubahan tinggi liniernya.
Jumlah titik detail disesuaikan dengan kondisi serta skala peta yang dibuat. Detail yang terlalu banyak akan menyulitkan plotting dan penggambarannya. Sedangkan jika terlalu sedikit, detail-detail tersebut tidak dapat mewakili kondisi lapangan yang sebenarnya.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pengambilan titik detail adalah sebagai berikut :
  1. Theodolit didirikan di atas titik poligon, kemudian mengatur sumbu I serta mencatat tinggi alatnya.
  2. Membidik titik poligon di depan atau di belakangnya, kemudian mencatat bacaan sudut horisontalnya.
  3. Mendirikan rambu di tempat yang dianggap perlu untuk pengambilan titik detail, kemudian membidikan teropong ke rambu lalu membaca bacaan benang (benang atas, benang tengah, benang bawah) dan bacaan sudut horisontalnya.
  4. Membuat sket yang menggambarkan letak alat dan letak titik detail yang diambil serta keterangan-keterangan lain yang sekiranya diperlukan.
  5. Memindah rambu ke tempat lain yang memiliki perbedaan tinggi, kemudian membidiknya dengan teropong lalu membaca bacaan benang dan sudut horisontalnya, serta membuat sket titik detail yang diambil, begitu seterusnya.
Unsur-unsur yang akan dicari dalam pengukuran detail ini harus lengkap sehingga memudahkan pengeplotan dalam penggambaran. Unsur-unsur tesebut antara lain adalah dengan menentukan dahulu koordinat titik detailnya.
Koordinat titik detail dihitung dengan rumus :
X1A = X1 + D sin α1A
Y1A = Y1 + D cos α1A
Agar detail poligon tersebut terarah, maka perlu diketahui sudut arahnya (azimuth). Penentuan azimuth detail poligon dapat ditentukan dengan mengetahui azimuth poligon utama yang telah dihitung sebelumnya pada pengukuran poligon.
Penentuan azimuth detail poligon dihitung dengan rumus :
α1A =  α1 – (H1A ± Δf  )……………dst, di titik P1
α2A =  α2 – (H2A ± Δf  )..……….….dst, di titik P2
Keterangan :
αA  = azimuth detail poligon
Δf  = koreksi sudut
α1   = azimuth poligon utama
Hm = sudut horizontal muka poligon
H   = sudut horisontal detil poligon
Jarak yang digunakan untuk hitungan titik-titik detail poligon adalah jarak optis.





Sumber : www.ilmutekniksipil.com

Pengukuran Poligon

Poligon adalah serangkaian titik-titik yang dihubungkan dengan garis lurus sehingga titik-titik tersebut membentuk sebuah rangkaian (jaringan) titik atau poligon. Pada pekerjaan pembuatan peta, rangkaian titik poligon digunakan sebagai kerangka peta, yaitu merupakan jaringan titik-titik yang telah tertentu letaknya di tanah yang sudah ditandai dengan patok, dimana semua benda buatan manusia seperti jembatan, jalan raya, gedung maupun benda-benda alam seperti danau, bukit, dan sungai akan diorientasikan. Kedudukan benda pada pekerjaan pemetaan biasanya dinyatakan dengan sistem koodinat kartesius tegak lurus (X,Y) di bidang datar (peta), dengan sumbu X menyatakan arah timur – barat dan sumbu Y menyatakan arah utara – selatan. Koordinat titik-titik poligon  harus cukup teliti mengingat ketelitian letak dan ukuran benda-benda yang akan dipetakan sangat tergantung pada ketelitian dari kerangka peta.
Menurut bentuknya, poligon  dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Poligon Terbuka
Poligon terbuka adalah suatu poligon dimana titik awal dan titik akhirnya berbeda. Jenis-jenis poligon terbuka adalah :
  1. Poligon terbuka terikat sempurna
  2. Poligon terbuka terikat sepihak
  3. Poligon terbuka tidak terikat
2. Poligon Tertutup
Poligon tertutup adalah suatu poligon dimana titik awal dan titik akhirnya mempunyai posisi yang sama atau berhimpit, sehingga poligon ini adalah suatu rangkaian tertutup. Berdasarkan fungsinya, poligon dibedakan menjadi ;
  1. Poligon untuk keperluan kerangka peta, syaratnya harus memiliki titik–titik yang cukup baik, dalam arti menjangkau semua wilayah.
  2. Poligon yang berfungsi sebagai titik-titik pertolongan untuk mengambil detail lapangan.
Untuk memudahkan dalam memahami sudut-sudut yang ada dalam pengukuran poligon, maka perlu dijelaskan hal-hal sebagai berikut :
  1. Sudut dalam adalah selisih antara dua arah (jurusan) yang berlainan.
  2. Azimuth (sudut arah) adalah sudut yang dihitung terhadap arah utara magnetis, dan arah ini berhimpit dengan sumbu Y pada peta.
Unsur-unsur yang dicari dalam pengukuran poligon adalah semua jarak dan sudut (Di, βi). Kedua unsur ini telah cukup untuk melukis poligon di atas peta, jika kita tidak terikat pada sistem koodinat yang ada dan tidak menghiraukan orientasi pada poligon tersebut.Agar poligon tersebut terarah (tertentu orientasinya), maka perlu salah satu sisi diketahui sudut arahnya (azimuth).
Untuk memperoleh azimuth tiap sisi poligon, syaratnya harus diketahui azimuth awalnya (α1). Penentuan azimuth awal dapat dicari dengan langjah-langkah sebagai berikut :
  1. Sumbu I theodolit diatur dalam keadaan vertikal (gelembung nivo seimbang), dan bacaan sudut horisontal menunjukkan angka 00˚00’00” pada arah magnetis bumi.
  2. Putar theodolit dan arahkan ke titik P2 pada bacaan biasa, kemudian balikkan teropong pada keadaan luar biasa (LB) dan bacalah sudut yang dibentuk dengan arah titik.
Penentuan azimuth awal (α1) dihitung dengan rumus :
α1 = (HB2 + (HLB2 – 180°)) / 2
Untuk azimuth-azimuth selanjutnya dihitung dengan rumus :
a. Untuk pengukuran searah jarum jam :
α2 = α1 + 180º – ( β2 ± ∆fβ)
α3 = α2 + 180º – ( β3 ± ∆fβ)
b. Untuk pengukuran berlawanan jarum jam :
α2 = α1 – 180º + ( β2 ± ∆fβ)
α3 = α2 – 180º + ( β3 ± ∆fβ)
Agar titik koodinat dapat diketahui dalam sistem koodinat yang ada, maka poligon perlu diikat (dihubungkan) dengan titik yang diketahui koodinatnya atau titik tetap (X1, Y1). Koodinat di sini dihitung dari unsur-unsur jarak dan sudut arah sebagai berikut :
X2 = X1 + D sin α1 ± ∆fx
Y2 = Y1 + D cos α1 ± ∆fy
Keterangan :
α = azimuth
D = jarak
β = sudut dalam
∆fx = koreksi sumbu x
∆fy = korekai sunbu y
Kemudian untuk titik-titik berikutnya (titik P3) dihitung dari titik P2, titik P4 dihitung dari titik P3, dan seterusnya.



Sumber : www.ilmutekniksipil.com

Jenis-jenis Alat Berat

Alat berat adalah alat yang digunakan dalam proyek baik proyek gedung, proyek jalan, proyek bendungan, maupun proyek bandara. Alat berat sangat membantu dalam pekerjaan proyek yang tidak bisa dilakukan oleh tenaga manusia seperti penggalian tanah, meratakan tanah, mengangkut material dalam jumlah besar, mengangkat material-material berat, dan pekerjaan lain yang melibatkan pekerjaan dalam skala besar.
Ada beberapa jenis alat berat yang sering digunakan dalam proyek pembangunan antara lain :
1. Bulldozer
Bulldozer berfungsi sebagai alat pembersih lapangan, biasanya dengan cara menggusur material agar lapangan siap digunakan untuk proyek. Bulldozer memiliki blade di bagian depan. Blade inilah yang dapat memotong dan menggusur material-material (tanah, dll) yang dianggap mengganggu dalam pelaksanaan proyek.
 
2. Ripper
Ripper merupakan traktor dengan fungsi utama sebagai alat bajak. Ripper memiliki batang baja berujung lancip (blade) yang dipasang di bagian belakang bulldozer (traktor) untuk memecahkan (membajak) lapisan batuan atau material yang keras.
3. Scrapper
Scrapper merupakan sejenis traktor dengan blade berada ditengah dan memiliki bucket atau wadah untuk menampung material yang ingin dipindahkan dengan kapasitas tertentu, scrapper berfungsi untuk mengelupas material tanah dan material tersebut kemudian dimasukkan dalam bucket atau wadah di dalam scrapper tersebut secara tertutup atau bisa dikatakan sebagai alat berat beroda ban (tire) yang biasa dipakai memuat / mengangkut dan membuang (spreading) secara individu dengan atau tanpa dibantu pendorong (bulldozer).
4. Motor Grader
Motor Grader adalah salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk permukaan tanah, biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan tertentu suatu ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya.
5. Loader
Loader memiliki bentuk yang hampir mirip dengan bulldozer namun bucket loader dapat diangkat dengan ketinggian tertentu dan digunakan sebagai alat pemuat. Loader dapat digunakan untuk material tanah yang telah terurai atau tidak keras.
6. Back Hoe (Excavator)
Back Hoe yaitu sejenis excavator dengan fungsi sebagai pengeduk dengan arah kebelakang. Alat berat ini merupakan alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat, karena di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat ini.
7. Clam Shell
Clam shell merupakan excavator dengan fungsi sebagai pengeduk jepit. Yang membedakan dengan back hoe adalah pada bucketnya, bentuk bucket pada clam shell seperti penjepit seperti capit kepiting.
8. Power Shovel
Power shovel adalah jenis excavator untuk pengeduk arah kedepan. Alat berat ini juga sering kita jumpai dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis.
9. Dragline
Dragline sering kita jumpai dalam pekerjaan pengerukan dasar atau bagian tepi sungai. Dragline merupakan jenis excavator dengan sistem pengeduk tarik, jadi terdapat tali baja penarik bucketnya.
10. Mobile Crane
Mobile crane, sejenis excavator yang digunakan untuk mengangkat material bangunan, sepertihalnya besi tulangan, batu bata, dan material-material bangunan lainnya. Mobile crane berbeda dengan tower crane, mobile crane bersifat moving (dapat berpindah tempat) sedangkan tower crane bersifat tetap.
11. Dump Truck
Dump Truck berfunsi sebagai alat angkut material-material bangunan (tanah, besi tulangan, semen, batu bata, dll)

Dump Truck Articulated
12. Trailer
Trailer berfungsi juga sebagai alat angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas dump truck. Misalnya, sebagai alat angkut alat berat.
13. Tridum Roller
Penggilas beroda tiga, depan satu dan di ikuti dua roda dibagian belakangnya. Three wheel roller ini sering juga disebut macadam roller, karena jenis ini sering digunakan dalam usaha-usaha pemadatan material yang berbutir kasar. Untuk menambah bobot dari three wheel roller ini, maka roda silinder yang kosong diisi dengan zat cair (minyak atau air) atau kadang-kadang juga diisi dengan pasir. Pada umumnya berat compactor ini berkisar antara 6-12 ton. Penambahan bobot akibat pengisian zat cair pada roda silinder dapat meningkatkan beratnya 15% – 35%.
14. Double Drum Roller
Terdiri atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar antara 25% – 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya.
15. Pneumatic Tired Roller
Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic). Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian belakang. Roda-roda ini menghasilkan “kneading action” (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban, makin besar pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda dapat “bergoyang” mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar “kneading action” tadi.
Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan penggilasan bahan
granular, juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai “penggilas antara”. Sebaiknya tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan 6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda depan dan 8 roda belakang).
16. Sheep Foot Roller
Penggilas tipe kaki kambing, prinsip dari sheep foot roller adalah sebuah silinder yang di bagian luarnya dipasang kaki-kaki. Pada kaki-kaki ini terjadi tekanan yang tinggi, sehingga kaki-kaki ini masuk ke dalam tanah dan memberikan efek “pemadatan dari bawah”. Sheep foot roller ini baik digunakan untuk tanah berpasir dengan sedikit mengandung lempung, juga untuk tanah yang plastis dan kohesif. Sangat efektif digunakan untuk memadatkan material lepas dengan tebal lapisan antara 15-25 cm. Selain sheep foot roller dengan tarikan (towed) juga terdapat sheep foot roller yang bermesin yang dapat bergerak sendiri dengan kecepatan mencapai sekitar 32 km/jam. Untuk sheep foot roller yang ditarik, jika tenaga traktor penariknya cukup besar, biasanya ditarik beberapa jauh, berjajar ke samping, satu garis atau kombinasi keduanya. Ukuran sheep foot roller ini antara 3 – 5 ton , namun ada juga yang 12-30 ton.
17. Vibro Roller
Hampir sama kaya sheep foot roller, yang membedakan hanya pada bagian shoe.
18. Stone Crusher
Stone crusher merupakan alat berat yang digunakan untuk memecah batuan menjadi ukuran yang direncanakan. Untuk selanjutnya digunakan sebagai material bahan bangunan.
19. Dredger
Dredger disebut juga kapal keruk, fungsinya adalah memperdalam kolam pelabuhan, alur pelayaran, sungai dan lain-lainnya dan juga menyediakan tanah untuk reklamasi rawa-rawa (untuk perluasan daerah menjadi daratan)
advertisements




 Sumber : www.ilmutekniksipil.com

Kamis, 25 April 2013

Global Mapper V14.0 + Crack Free


Global Mapper kembali merilis versi terbarunya yang tentunya dengan tambahan fitur-fitur dari versi-versi terdahulunya Global Mapper V14 ini juga mencakup kemampuan untuk langsung mengakses sumber online beberapa citra, peta topografi, dan data medan grid. Ini termasuk akses ke citra warna resolusi tinggi di seluruh dunia dari DigitalGlobe (watermark akses gratis) dan akses ke database TerraServer-USA seluruh citra satelit dan peta topografi USGS free-of-charge. Mapper global juga memiliki kemampuan untuk dengan mudah mengakses sumber data WMS, termasuk built-in akses ke data elevasi dan citra warna untuk seluruh dunia, dan untuk melihat data elevasi dalam 3D yang sesungguhnya dengan citra raster dan data vektor dimuat tersampir di atasnya !

Mapper Global adalah salah satu utilitas yang paling kuat dan praktis untuk manajemen data GIS. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan dan menggabungkan data yang paling bervariasi format yang didukung oleh industri kartografi. Sesuatu untuk memiliki memperhitungkan adalah kenyataan bahwa Mapper global membuat semua ini mungkin hanya sebagian kecil dari harga pesaing

Tidak ada alat GIS yang membandingkan dengan Mapper global ketika Anda butuhkan untuk mengelola secara simultan jenis yang paling bervariasi dari data seperti file ketinggian, data vektor dan raster atau file ASCII dengan koordinat yang berbeda dan sistem proyeksi, semua pada waktu yang sama, dan ke salah satu ramah lingkungan yang paling sederhana dan user Anda pernah melihat.

Dengan Mapper global Anda dapat menghasilkan ouputs yang tidak mungkin dilakukan dengan produk tingkat tinggi. Mapper global yang memperkenalkan semua kekuatan hardware Anda memungkinkan Anda untuk mengelola file besar data dengan rendah kinerja komputer.

Mapper global telah diadopsi oleh USGS sebagai alat standar dengan nama dlvg32 Pro. Sehingga Anda dapat memiliki ketenangan pikiran bahwa semua perhitungan konversi dan semua format ekspor sesuai dengan standar paling tinggi dari industri dan mereka meyakinkan Anda kompatibilitas mutlak ketika bertukar data dengan pengguna lain atau aplikasi.
Berikut adalah beberapa fitur kunci dari "Mapper Global":
· Mapper global mendukung tampilan puluhan format data yang paling umum: GeoPDF, DLG (DLG-O & SDTS), DRG, DOQ, DEM, DGN, DTED, DWG, DXF, GPX, SDTS DEM, ECW, MrSID (Citra & Lidar), ESRI Shapefiles, E00, GRD Mapper Vertikal, JPEG2000, CADRG / CIB, GeoTIFF, KML / KMZ, Lidar LAS, Arc Grid, Tiger / Line, SEGP1/UKOOA P-190.

· Menyediakan akses langsung ke DigitalGlobe citra resolusi warna yang tinggi dan peta jalan rinci OpenStreetMap.org bagi seluruh dunia dari dalam aplikasi!
· Menyediakan akses langsung ke citra TerraServer-USA lengkap satelit dan arsip peta topografi untuk seluruh AS bebas-of-charge dalam aplikasi!
· Menyediakan mudah, akses langsung ke sumber WMS data, termasuk built-in akses ke 30-m lengkap NED database, 3-busur kedua dunia database SRTM, dan warna citra Landsat bebas global-of-charge dalam aplikasi!
· Mendukung tampilan 3D yang benar dari data elevasi dimuat termasuk draping dari setiap citra dimuat dan data vektor atas permukaan 3D.
· Tanaman, reproject, dan menggabungkan kombinasi data raster dan data elevasi, termasuk DRGs. Anda juga dapat memotong data ke fitur area.
· GeoPDF DUKUNGAN! Anda dapat mengimpor file GeoPDF dan ekspor setiap koleksi data dimuat ke file GeoPDF baru, membuat data Anda diakses oleh setiap pengguna tanpa mengharuskan mereka untuk memiliki pengetahuan pemetaan.
· DUKUNGAN Digitalisasi! Anda dapat mendigitalkan baru vektor (wilayah, garis, dan titik) fitur dengan menggambar mereka dengan mouse. Anda juga dapat mengedit fitur vektor yang ada. Baru dibuat dan mengedit fitur dapat disimpan ke format apapun yang didukung ekspor. Selain itu, bentuk seperti persegi panjang, lingkaran, elips, busur, dan cincin konsentris jangkauan. dapat dengan mudah ditarik juga. Anda dapat fitur input juga melalui serangkaian jarak / bantalan / CoGo koordinat.
· GPS DUKUNGAN! Anda dapat melacak perangkat GPS yang kompatibel terhubung ke port serial komputer Anda atau port USB secara real-time melalui data dimuat. Selain itu, Anda dapat menandai titik arah pada lokasi GPS saat ini dan merekam tracklog di mana perangkat GPS telah terhubung sementara, semua mulus dengan data dimuat peta Anda! Dengan perangkat yang didukung Anda bahkan dapat melacak beberapa perangkat GPS untuk melakukan fungsi-fungsi manajemen armada.
· PROYEKSI / Datum DUKUNGAN - Mapper global mendukung konversi yang akurat antara daftar besar sistem proyeksi dan data. NAD27 dan NAD83 konversi datum HPGN / Harn di AS menggunakan metode konversi NADCON, dan NTv2 datum metode konversi yang digunakan untuk NAD27 (Canada),, AGD66 AGD84, dan NZGD49 datums. Konversi datum kustom dapat dengan mudah ditambahkan baik dalam bentuk 3-parameter atau 7-parameter jika transformasi datum yang diperlukan belum didukung.
· DUKUNGAN EKSPOR! Anda dapat mengekspor kedua vektor, raster, dan data elevasi ke berbagai format (lihat di bawah).Anda dapat menggabungkan kombinasi set data, terlepas dari sumber, jenis skala proyeksi, dan. Anda juga dapat perpisahan data Anda ke dalam grid teratur spasi pada ekspor jika Anda ingin juga. 
Persyaratan:
· 64 MB RAM
· 40 MB ruang hard drive untuk instalasi. Persyaratan ruang untuk data biasanya lebih tinggi tergantung pada ukuran dataset. 
Keterbatasan:
· Anda akan mampu untuk mengekspor data ke format apapun.
· Anda akan dibatasi dengan beban maksimal 4 file data pada suatu waktu.
· Anda akan dapat melihat data elevasi dimuat dalam 3D.
· Anda akan mampu memuat ruang kerja.
· Anda akan mampu melakukan perhitungan garis sight menggunakan data elevasi dimuat.
· Anda akan mampu melakukan analisis pandangan menumpahkan menggunakan data elevasi dimuat.
· Anda akan dapat melakukan perhitungan volume cut-and-fill menggunakan data elevasi dimuat.
· Anda tidak akan dapat bekerja dengan katalog peta.
· Anda akan dapat men-download data dari server WMS peta.
· Anda akan dapat menyimpan citra diperbaiki ke file sepenuhnya diperbaiki.
· Anda tidak akan dapat mencetak ke skala tertentu (yaitu 1:1000).
· Nag screen
Apa yang Baru di Release ini:
Signifikan Fitur Baru:
· Ditambahkan dukungan untuk database spasial (lihat daftar di bawah) untuk kedua impor dan ekspor.
· ESRI ArcSDE (ESRI memerlukan lisensi pada mesin dan 32-bit saja)
· ESRI file geodatabase (termasuk raster dan grid dan semua versi geodatabses file, memerlukan lisensi ESRI pada mesin dan 32-bit saja)
· ESRI Personal geodatabase (memerlukan lisensi ESRI pada mesin dan 32-bit saja)
· MySQL Spatial
· Oracle Spatial
· PostGIS / PostgreSQL
· SpatiaLite / SQLite
· Ditambahkan menu Terrain Analisis baru dan pindah fungsi seperti generasi kontur, menggabungkan medan, dan DAS ada dari menu File.
· Ditambahkan pilihan untuk menghitung volume antara 2 permukaan medan pada menu Analisis Terrain baru.
· Ditambahkan pilihan untuk menemukan garis punggungan pada data medan dimuat pada menu Analisis Terrain baru.
· Ditambahkan baru Favorit toolbar yang menyediakan akses mudah ke Digitizer sering digunakan / Mengedit pilihan Tool.
DOWNLOAD DI BAWAH INI SECARA GRATIS

Minggu, 07 April 2013

PINTU KLEP



 Pintu klep adalah salah satu pintu air yang pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan membuka dan menutupnya pintu pada setiap perubahan muka air baik diudik/hulu maupun dihilir.
Fungsi dan Manfaat Pintu Klep
1. Menahan intrusi salinitas
2. Mampu bekerja pada tinggi muka air (head) yang rendah.
3. Menunjang system tata air satu arah.
4. Pembuatan dan control mutu (pabrikasi, pemasangan, operasional, dan pemeliharaan yang praktis/efisien.
Kelebihan Pintu Klep
1. Bobot pintu (berat jenis0 yang relative lebih kecil dibandingkan dari bahan lain.
2. Lebih tahan terhadap keretakan (fracture) dibandingkan dengan bahan kayu.
3. Pembuatan dan control mutu (pabrikasi) lebih terjamin.
4. Mobilisasi dan transportasi relative lebih rendah.
5. Pemasangan dan pengoperasian lebih muda.
6. Kebocoran yang terjadi lebih kecil, sehingga mengurangi biaya pemeliharaan (maintenance)
7. Telah didukung oleh penguian di laboratorium dengan uji model fisik dan kekuatan bahan.
Kekurangan Pintu Klep
1. Dari segi kekuatan tekan (durability), pintu dari bahan beton/ferrocement lebih kuat dibandingkan dengan pintu dari bahan fiber resin.
2. Dari segi harga pabrikasi, bahan fiber resin lebih mahal dari pada bahan kayu ataupun beton/ferrocement, terutama untuk produksi jumlah sedikit.
Keunggulan Pintu Klep
Dengan membandingkan kelebihan dan kekurangan antara pintu fiber terhadap pintu beton dan pintu kayu melalui parameter uji berdasarkan data yang ada (table 5.1) lampiran B, maka diketahui bahwa secara keseluruhan pintu fiber lebih unggul dari pintu kayu, atau pintu beton dengan perbandingan 1,5 x (150%) lebih unggul secara efisiensi …………
Prinsip Kerja Pintu Klep
Prinsip kerja dari pintu klep tersebut pada dasarnya pada perioda AB dapat membuka dan menutup secara otomatis karena MA di udik/hulu pintu lebih tinggi dari muka air di hilir pintu, tetapi hal ini tidak akan terjadi tepat pada titik A, disebabkan adanya gesekan pada pintu dan besarnya komponen berat sendiri dari pintu. Pintu klep akan menutup secara otomatis pada titik B , pada saat air di hilir pintu lebih tinggi dari muka air di udik pintu.
Pengoperasian pintu ini dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan tinggi tekan yang ada. Beda tekan yang ada dibagian hulu dan hilir pintu atau menggerakkan pintu, sehingga terjadi aliran air melalui pintu. Apabila tinggi muka air di muara lebih tinggi, sehingga tinggi tekan di hilir pintu akan menyebabkan pintu akan tertutup sehingga air dibagian hilir tidak akan mengalir. Demikian pula sebaliknya, apabila tinggi MA di bagian hulu pintu lebih tinggi, sehingga tinggi tekan di bagian hulu pintu akan lebih tinggi daripada dibagian hilir pintu yang meyebabkan pintu akan terbuka dan air dari bagian hulu pintu akan mengalir keluar.
Pengoperasian pintu tersebut dilakukan dengan menggunakan/tanpa alat Bantu untuk mengatur keseimbangan pitu dengan fluktuasi muka air udik/hulu dan hilir, Adapun alat Bantu yang dipakai yaitu berupa bandul, engsel, tabung air dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya prinsip kerja pintu klep dapat dilihat pada gambar :
Jenis Aliran dan besarnya Debit.
Jenis aliran yang terjadi pada saat pintu membuka dan besarnya debit yang melalui pintu adalah tergantung dari muka air di hilir dan di hulu pintu, secara umum 3 jenis aliran yang mungkin terjadi :
a). tidak ada aliran Q =0
untuk kondisi hu
b). aliran bebas Q =c1*B* (hu+hp)*1,5
untuk kondisi hd
c). aliran tenggelam
Q =C2*B*(hu-hp)*(2g*(hu-hd))*0.5
Untuk kondisi hd>hp
Dengan Q = debit aliran yang melalui pintu (m3/det)
hu = tinggi MA di udik pintu (m)
hp = tinggi elevasi ambang pintu (m)
hd = tinggi MA di hilir pintu (m0
C1=C2 = koefisien pengaliran pintu.
Kekuatan Bahan
Pada umumnya fiber resin mempunyai sifat abrasi yang tidak tinggi dan tidak tahan terhadap pengaruh sinar ultra violet, bahan pintu terbuat dari fiberglass sangat ringan dan tahan terhadap korosi, sehingga dapat meningkatkan umur ekonomis dari pintu tersebut. Pintu dengan bahan dari fiber glass ini pemasangannya sesuai ditempatkan di daerah yang tidak mengandung angkutan sediment yang keras yaitu di daerah pertanian rawa pasang surut dengan kondisi tanah yang lemebek dan lingkungan yang masam, serta mudah didalam pemasangan serta pengoperasian dan pemeliharaannya.
Berat Jenis Bahan
Fiber glass mempunyai berat jenis bervariasi atau sesuai dengan yang dibutuhkan yaitu berkisar 0,5 t/m3 – 1,5 t/m3.
Kinerja Pintu Klep.
Pintu klep otomatis yang terbuat dari fiberglass ternyata mempunyai respon yang cepat terhadap perubahan Muka air, sehingga tidak perlu lagi tenaga manusia untuk mengaturnya dan mengoperasikannya pintu. Tenaga manusia diperlukan hanya sewaktu-waktu untuk membersihkan apabila terdapat sampah atau kotoran yang tersangkut di pintu yang dapat mengakibatkan pintu menjadi tidak rapat.
Dimensi Pintu dan Bangunan Pelengkap
Untuk menentukan dimensi pintu klep otomatis dan bangunan pelengkapnya didasarkan atas data-data yang diperoleh seperti :
Gambar peta lokasi, penampang memanjang dan melintang saluran dari rencana lokasi penempatan pintu klep.
Dari data-data tersebut selanjutnya dilakukan pekerjaan desain pintu klep lengkap dengan konstruksi bangunan pelengkapnya. Perencanaan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi MA yang ada berdasarkan hasil pengukuran fluktuasi MA pada lokasi tersebut.
Bentuk daun pintu klep dari fiberglass dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan. Adapun bentuk daun pintu yang dibuat dalam penelitian ini adalah empat persegi panjang dengan ukuran, dimana masing-masing daun pintu diberi suatu tabung untuk memasukkan air agar dapat mengatur operasi pintu yang sesuai dengan kondisis MA di saluran. Selain itu pada tabung tersebut dibuat lunag-lubang kecil dengan diameter 2 cm, pada bagian atas dan bawah tabung dengan maksud untuk mengatur pemasukkan air dalam pengopertasian pintu. Daun pintu ini dilengkapi dengan bingkai untuk meletakkan daun pintu, engsel untuk membuka dan menutup pintu serta karet untuk mencegah kebocoran.
Untuk lebih jelas dari hasil perencanaan pintu klep otomatios tersebut yang telah dilakukan maka dimensi dari pintu klep otomatis beserta bangunan pelengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut :
Proses Pembuatan Pintu Klep.
Pada prinsipnya pembuatan pintu klep fiberglass memerlukan suatu cetakan khusus, bahan yang digunakan untuk pembuatan pintu dari jenis bahan tersebut sebelumnya diolah terlebih dahulu kemudian dimasukkan dalam suatu cetakan yang telah disediakan dan dibiarkan beberapa lama.
Setelah bahan yang dimasukkan dalam cetakan tersebut keadaannya cukup stabil, kemudian cetakannya dibuka dan dibiarkan untuk sementara hingga pintu tersebut betul-betul sudah keras.
Perlu diketahui bahwa pembuatan pintu klep beserta bangunan pelengkapnya dilakukan diruang kerja (workshop). Hal ini untuk memudahkan baik pada saat pengangkutan dari workshop ke lokasi maupun pada saat pemasangan/pelaksanaan dari lapangan. Oleh karena itu konstruksi pintu beserta bangunan pelengkap lainnya didesain dengan sitem bongkar pasang (knockdown).
Dengan konstruksi system knockdown tersebut maka pemasangan/penerapan di lapangan akan lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan pasangan batu kali/beton. Mengingat pembuatan konstruksi yang terbuat dari bahan fiber glass memerlukan ketelitian serta kecermatan tinggi maka didalam pengerjaannya harus dikerjakan oleh tenaga yang berpengalaman.
Pintu klep fiberglass dibuat dengan bentuk empat persegi panjang dan cara pembuatannya yaitu dengan beberapa tahapan sebagai berikut ;
1. pembuatan cetakan daun pintu dan bingkai.
2. pengolahan bahan fiberglass yang terdiri dari fiber dengan resin.
3. pemasukkan bahan fiberglass kedalam cetakan.
4. fiberglass didalam cetakan dibiarkan kurang lebih satu hari satu malam.
5. pembukaan cetakan daun pintu dan bingkai pintu.
6. pemasangan engsel pintu pada daun pintu dengan bingkainya.
7. pemasangan karet pada sisi pintu untuk mencegah kebocoran.
8. pintu siap untuk digunakan.
Untuk memudahkan dalam pengerjaan maka terlebih dahulu disusun dalam 2 tahap pengerjaan yang disesuaikan dengan dari bahan yang akan dipergunakan serta bagian-bagian dari konstruksi.
Tahap Pengerjaan Konstruksi
Pekerjaan konstruksi bangunan pelengkap adalah menggunakan duia jenis bahan yaitu bahan dari kayu dan fiberglass, sedangkan untuk daun pintu sendiri hanya menggunakan bahan dari bahan fiberglass, pengerjaan dari masing-masing bahan berlainan sebagai berikut :
  1. Pengerjaan kayu.
Kerangka dari bagian-bagian konstruksi bangunan seluruhnya menggunakan bahan dari kayu. Setelah direncanakan sesuai dengan kebutuhan maka kerangka dari konstruksi yang terbuat dari bahan kayu tersebut di stel untuk mengetahui ketepatan terutama dalam posisi penyangga/penyokong(sponning) yang sesuai dengan perencanaa. Setelah penyetelan dilakukan dan dianggap sudah sesuai dengan perencanaan kemudiam pengerjaan dilakukan ke tahap berikutnya .
  1. Pengerjaan lapisan
Setelah penyetelan kerangka konstruksi dilakukan dan sudah dianggap memenuhi syarat dan sesuai dengan yang diinginkan lalu bagian-bagian dari kerangka tersebut dibuka kembali, selanjutnya bagian-bagian dari kerangka tersebut dilapisi/dicor dengan bahan fiberglass yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan maksud agar bahan dari kayu tersebut dapat tahan koros. Oleh karena itu dala pemebrian lapisan tersebut harus seteliti mungkin sehingga tidak terdapat bagian yang tidak terlapisi. Tebal lapisan fiberglass dari masing-masing bagian konstruksi tidak sama karena ketebalan disesuaikan dengan perencanaan dari bangunan tersebut.
Pengerjaan Daun Pintu
Dalam pengerjaan daun pintu dilakukan dalam beberapa proses sebagai berikut :
  1. Setelah gambar desain pintu klep selesai kemudian dibuatkan model fositif atau bahan pembuat cetakan dari bahan dasar kayu, pembuatan model tersebut dilakukan secara teliti sehingga diperoleh suatu permukaan yang cukup halus.
  2. Dari model positif kemudian dibuatkan cetakan (matrass) negative dari bahan fiberglass yang terdiri dari 2 bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang pintu klep yang sekaligus dilengkapi dengan cetakan bagian engsel yang akan menempel pada pintu klep.
  3. Setelah selesai cetakan negative dapat dilakukan pembuatan pintu klep dengan cara di cor dengan bahan fiber resin masing-masing yang terdiri dari bagian depan dan bagian belakang pintu dengan pewarna fiber yang digunakan adalah warna kuning. Pengecoran dilakukan berulang-ulang sesuai dengan ketebalan/kekuatan yang akan dicapai. Pintu klep yang dibuat dilengkapi dengan jendela ukur dari bahan flexiglass bening dengan maksud agar tembus pandang, jendela ukur tersebut adalah dengan maksud untuk mengetahui berat volume air yang dapat diizinkan kedalam tubuh pintu sebagai bahan pemberat keseimbangan pintu klep, kemudian kedua bagian ini disatukan serta dirapikan bagian dari kusen/dudukan atau frame pintu terbuat dari bahan kayu multipleks yang dilapisi juga dengan bahan fiberglass sehingga bagian inipun menjadi kedap air sehingga dapat tahan lapukan dan tahan korosi.
  4. Pada bagian belakang pintu klep dipasang karet sebagai ambang (sill) yang akan menghubungkan pintu dengan lubang pintu/kusen dengan maksud untuk mengurangi kebocoran pada saat pintu klep tertutup. Karena konstruksi pintu klep sangat ringan maka dengan mudah dilakukan pemasangan sill ataupun perbaikannya di lapangan.
Pembuatan pintu klep otomatis dari bahan fiber glass berdasarkan hasil pengkajian ternyata tidak selalu harus dibuat oleh pabrik yang tentunya harus memproduksi besar2ran . Konstruksi pintu dari bahan tersebut ternyata da[pat pula dibuat oleh industri rumah (hom,e industri) dengan partai yang tidak terlalu banyak namun demikian untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam pembuatan pintu dari bahan ini harus dikerjakan oleh tenaga ahli yang telah berpengalaman.
Berdasarkan uraian diatas maka pintu klep otomatis ini dipakai pada ruas sungai yang terbatas baik kedalamannya maupun lebarnya.
Pada umumnya digunakan pada ruas sungai atau saluran yang kecil yang sesuai dengan kondisi bahan pintu.
Pintu air ini sesuai dipasang di daerah sebagai berikut ;
  1. Ruas sungai bagian hilir/muara.
  2. daerah yang terpengaruh oleh pasut air laut atau sungai.
  3. cabang-cabang saluran pembuang di daerah rawa pasang surut .
  4. pembuangan dari folder.
  5. daerah banir .
  6. irigasi tambak.
 

JENIS DAN TYPE PINTU KLEP FIBER RESIN